Sabtu, 18 Desember 2010

ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

Apa sih etika utilitarianisme??? Bagi orang awam istilah tersebut sangat jarang di dengar atau mungkin tidak pernah di temui, karena paham ini berkembang di luar negara indonesia. Etika Utilitarianisme dikembangkan pertama kali oleh Jeremi Bentham (1748 -1832). Etika Utilitarianisme adalah tentang bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi dan legal secara moral. Etika utilitarianisme digunakan sbg proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak. Etika utilitarianisme juga sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijaksanaan yang telah dilakukan.

Langkah Konkret yang Perlu Diambil Dalam Membuat Kebijaksanaan Bisnis , Berkaitan dengan Analisis Keuntungan dan Kerugian :

Mengumpulkan dan mempertimbangkan alternatif kebijaksanaan dan kegiatan bisnis sebanyak-banyaknya.

Seluruh alternatif pilihan dalam analisis keuntungan dan kerugian, dinilai berdasarkan keuntungan yg menyangkut aspek-aspek moral.

Analisis Neraca keuntungan dan kerugian perlu dipertimbangkan dalam kerangka jk panjang.

Kelemahan Etika Utilitarisme

Manfaat merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yg tidak sedikit.

Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dg akibatnya.

Etika utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang

Variabel yg dinilai tidak semuanya dpt dikualifikasi.

Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya.

Etika utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.